INILAH KENAPA BANYAK ORANG GAGAL DALAM MEMBANGUN BISNIS / STARTUP

INILAH KENAPA BANYAK ORANG GAGAL DALAM MEMBANGUN BISNIS / STARTUP – Telah terang bila kita banding jumlah usaha/usaha yang sukses dengan yang tidak berhasil tentu semakin banyak yang tidak berhasil. Kenyataannya sedikit pengusaha yang sukses bangun usaha yang dapat bertahan kian lebih 5 th.. Untuk tiap-tiap satu narasi entrepreneur berhasil yang kita dengar, ada beberapa ratus narasi entrepreneur tidak berhasil yang menghilang ditengah euforia itu.

 

Tetapi bukanlah bermakna kita mesti pesimis pada dunia usaha, fakta memanglah mengerikan, namun jauh tambah baik kita belajar dari apa yang mengakibatkan beberapa orang tidak berhasil dalam melakukan bisnis. Saya sendiri terasa semakin banyak belajar dari entrepreneur yang tidak berhasil daripada beberapa narasi berhasil yang kerap bertebaran di media.

1

Jadi kenapa beberapa orang tidak berhasil dalam bangun usaha/usaha/startup?

Sebagian argumen yang seringkali berlangsung yakni :

Tak ada yang memerlukan (no market)
Kehabisan dana/modal
Tim diisi beberapa orang yang salah
Kalah berkompetisi dengan kompetitor
Permasalahan harga (tidak bisa memastikan harga yang pas)
Product yang kurang bagus
Jenis usaha yang buruk
Pemasaran/marketing yang jelek
Menghiraukan customer
Ada pada saat/timing yg tidak tepat
Tak fokus
Jalinan internal yang kurang serasi (baik tim maupun investor)
Pivot yang jadi jadi memperburuk kondisi
Kurang passion
Tempat yg tidak strategis
Tak menarik dimata investor/pemodal
Permasalahan hukum/legal
Tak dengarkan nasehat/anjuran yang ada
Keburu cape/kehabisan duit sebelumnya sukses
Tidak berhasil pivot/geser haluan
Tersebut 20 argumen tidak berhasil yang kerap berlangsung pada suatu usaha/startup, tetapi saya mempunyai 3 poin penambahan yang menginginkan saya ulas lebih dalam lagi di sini.

Mari kita tekuni satu per satu.

1. Sebagian besar inspirasi yang ada itu buruk

Beberapa orang yakin kalau kunci keberhasilan satu usaha yaitu inspirasi yang baik. Masalahnya yaitu inspirasi brilian itu menjebak. Inspirasi yang tambah baik bukanlah bermakna bakal membawa keberhasilan waktu dieksekusi, coba saksikan usaha media di Indonesia yang kerap dihujat kurang inovasi/kreatifitas dsb.

Acara yang ngejiplak program luar namun jadi banyak yang ngomongin/berbagi (jadi bantu marketing).
Content di internet berbau hoax/dewasa namun banyak yang baca serta viral.
Berita/isu settingan serta condong dibuat-buat namun ramai serta kerap trending.
Sinetron berseri-seri namun tetaplah banyak yang nonton.
Jadi salah siapa? Selanjutnya semuanya usaha maksudnya di ciptakan untuk penuhi “keinginan Anda”.

Kenapa mesti mengambil kemungkinan dengan “ide baru” bila dengan inspirasi yang lama tetaplah dapat membuahkan keuntungan yang makin tinggi. Inspirasi baru itu memiliki resiko tinggi, toh semuanya pelaku bisnis tidaklah Steve Jobs, cobalah banding berbagi & rating acara TV mana yang paling banyak memperoleh trafik? Cobalah banding content apa yang paling popular di internet, pasti kita semua paham jawabannya : content yang condong sama (bahkan juga plagiat) serta diulang lagi, lagi, serta lagi.

Sebagai pelaku bisnis Anda bertaruh dengan hari esok yg tidak tentu, pasti Anda butuh lihat data yang ada untuk memastikan inspirasi seperti apa yang menginginkan Anda eksekusi, agar bagaimanapun pengusaha harus juga waspada dengan kemungkinan terutama dalam permasalahan duit.

Kenapa banyak inspirasi usaha yang tidak berhasil? Lantaran sebagian besar inspirasi yang ada itu jelek, Anda mencari satu inspirasi yang fresh serta tertarik lantaran celahnya masihlah kosong (tak ada persaingan) tetapi agar bagaimanapun mempunyai pesaing tetaplah jauh tambah baik dari pada tak ada sekalipun, bila tak ada siapa saja yang bermain di sana mungkin saja lantaran memanglah market itu tidaklah ruang yang bagus untuk bangun satu usaha. Hingga ini membawa kita pada no. 2 …

2. Inspirasi yang bagus umumnya telah dimonopoli oleh pelaku bisnis besar

Inspirasi yang jelek tak layak dieksekusi serta yang lebih jelek lagi inspirasi yang bagus rata-rata telah di ambil oleh pemain besar yang mempunyai modal tidak berseri.

Ingat prinsip pareto di mana 80% market dikuasai oleh 20% pemain besar serta bekas 20% market yang ada diperebutkan oleh 80% pemain-pemain kecil seperti UKM serta usaha perorangan.

Makin bagus idenya makin kompetitif persaingannya. Yang ingin berhasil tidak cuma Anda, kebanyakan orang juga ingin berhasil. Untuk tiap-tiap usaha yang sukses memperoleh jumlah market yang ada, tentu ada usaha lain yg tidak kebagian jumlah market itu.

Misalnya youtuber yang akhir-akhir ini tengah trend. Marketnya begitu menjanjikan lantaran pencinta content YouTube di Indonesia begitu banyak, pasarnya masihlah selalu bertumbuh serta nanti hari esok entertainment semakin lebih kearah digital (YouTube), tetapi peluang untuk tiap-tiap youtuber dapat memperoleh viewers itu begitu terbatas, toh tiap-tiap orang cuma miliki 24 jam dalam satu hari, ditambah lagi prioritas algoritma YouTube saat ini yaitu watch time (jumlah saat kunjungan) artinya mereka yang dapat memperoleh peluang promosi yaitu mereka yang dapat bikin orang lain menggunakan banyak saat di channel mereka keseluruhannya.

Untuk tiap-tiap youtuber yang memperoleh perhatian dari pemirsa tentu ada youtuber lain di luar sana yang terlewatkan.

Market itu terbatas, serta yang lebih menyusahkan lagi yaitu banyak usaha yang telah kuasai market selalu bertahan lantaran diwariskan turun-menurun (contoh dari ayah ke anak), artinya inspirasi bagus yang masihlah layak untuk dieksekusi jumlahnya makin terbatas serta bila mengenai pasti juga persaingannya makin tinggi.

3. Manusia itu plin-plan

Orang mungkin berbohong, berbuat curang, mengambil, serta bikin beberapa kekeliruan yang lain. Apa yang kerap disebutkan orang belum pasti sama persis dengan apa yang sesungguhnya ada pada fikirannya. Terutama manusia tentu kerap bikin kekeliruan, termasuk juga pelaku bisnis yang telah berhasil. Contoh :

Google pernah menginginkan di jual pada Yahoo (usaha besar waktu itu), tidak diterima serta pada akhirnya Google coba peruntungannya sendiri. Saat ini saksikan tragisnya akhir dari Yahoo serta bagaimana Google kuasai dunia tehnologi sekarang ini.
Walt Disney pernah tidak diterima waktu melamar sebagai kartunis untuk satu koran lantaran dikira “kurang imajinasi”.
Michale Jordan bahkan juga pernah tak di terima dalam tim basket waktu masihlah SMA.
Steve Jobs pernah dipecat dari Apple (perusahaannya sendiri), kembali pada, serta berhasil membawa Apple dari nyaris bangkrut jadi perusahaan paling bernilai di dunia.
Lucunya Jan Koum pernah melamar bekerja di Facebook serta tak di terima, lantas membangun WhatsApp yang pada akhirnya jadi dibeli oleh Facebook seharga 19 miliar dolar.
Artinya manusia mungkin salah serta salah, termasuk juga mereka yang telah berhasil.

Meskipun Anda hebat, peluang orang lain berasumsi Anda umum saja hingga mereka akan tidak pilih Anda.
Atau demikian sebaliknya, ada orang brilian yang datang pada Anda serta bersedia menolong, namun Anda berasumsi mereka kurang kompeten serta pada akhirnya Anda pilih orang lain (orang yang salah).
Jadi untuk berhasil dalam melakukan bisnis Anda mesti benar-benar tahu apa inspirasi yang layak dieksekusi sesuai sama kondisi, apakah Anda mempunyai resource serta lingkungan yang diperlukan? Serta aspek keberuntungan juga bebrapa begitu punya pengaruh dalam semuanya.

Mungkin saja inspirasi Anda bagus, Anda mempunyai modal serta tim yang diisi beberapa orang hebat, namun Anda juga butuh keberuntungan seperti timing serta kondisi orang-orang.

Bagaimana kondisi finansial market yang ada, bagaimana dengan daya beli serta selera orang-orang, adakah pergantian trend nanti, atau mungkin saja bakal nampak system baru yang menghancurkan system lama yang telah ada.

Itu semuanya kadang-kadang ada di luar kendali kita. Siapa dahulu yang dapat menganggap bila kerajaan Blackberry (smartphone popular saat itu) akan tergusur oleh smartphone iOS dan Android? Tersebut usaha, aspek kondisi dan keberuntungan juga begitu punya pengaruh, tak heran kenapa beberapa besar usaha pada akhirnya dikuasai oleh pemain besar karena mereka dapat menghandle semua kemungkinan yang ada (karena mempunyai modal dan cadangan finansial yang baik), tidak sama dengan pemain-pemain kecil yang mungkin untuk menggerakkan satu usaha simpel saja harusnya mempertaruhkan nasib/nyawanya.

Akhir kata usaha tidaklah hanya satu jalan hidup, tak kebanyakan orang pas melakukan bisnis, pengusaha tidaklah orang bodoh yang asal nekat mengambil kemungkinan demikian saja, malah kebalikannya pengusaha itu begitu waspada dengan kemungkinan, oleh karena itu banyak-banyaklah belajar dari mereka yang tidak berhasil serta mereka yang berhasil.

Senantiasa ada 2 sisi dari mata koin yang tidak sama, saksikan dari pojok pandang yang tidak sama, kenapa usaha A dapat berhasil, kenapa usaha B jadi jatuh, dan ingat janganlah sangat banyak memikirkan. langsunglah melangkah

Kesimpulannya yaitu Anda dapat belajar banyak dari satu kegagalan dari pada beberapa ratus keberhasilan yang sama (the same hamburger). Orang berhasil tidak cuma belajar dari kegagalannya sendiri, namun juga dari kegagalan-kegagalan orang lain. Dan semakin bagus lagi bila Anda dapat belajar dari mereka yang dulunya tidak berhasil hingga pada akhirnya sukses meraih keberhasilan (from nothing to something).

Belajar dari keberhasilan orang lain, belajar dari kegagalan orang lain, dan pasti belajar dari kegagalan sendiri, pasti hanya keberhasilan sendiri yang pada akhirnya tersisa untuk Anda.